Senin, 08 Juli 2013

PROPOSAL KEGIATAN RAMADHAN 1434 H

PANITIA KEGIATAN BULAN RAMADHAN 1434 H
MASJID BAITUL MAKMUR
Sekretariat : Jl. Kakap 55 Semarang 50173 Telp. 085226726221, 08985508470, 089668851223
Email : irmabaitulmakmur@gmail.com
A.           Pendahuluan
Marhaban Yaa Ramadhan…….
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, hidayah dan anugrah serta inayahnya sehingga kita semua masih bisa dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini, yaitu bulan suci Ramadhan.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Uswatun Khasanah kita beliau Rasullulah Muhammad SAW sebagai utusan-Nya dan manusia sempurna ruhani dan akalnya, tinggi kedudukannya, mulia budi pekerti dan akhlaqnya sehingga ucapan dan tindakan beliau menjadi panutan dan suritauladan.
Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan ini kami panitia Kegiatan Ramadhan 1434 H bermaksud mengadakan serangkaian acara untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta syiar di daerah kami dan sekitarnya. Untuk menjalankan kegiatan di Bulan Ramadhan ini kami selaku panitia memohon dan mengajak saudara-saudaraku untuk berperan aktif dalam agenda Ramadhan yang akan kami adakan. Baik berupa dukungan materi maupun ruhani.
B.            Bentuk Kegiatan
Kegiatan yang akan kami adakan bernama “SEMARAK RAMADHAN MASJID BAITUL MAKMUR 1434 H”
C.           Tujuan Kegiatan
1.             Menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat untuk mendekatkan dan menemukan kembali fitrah manusia.
2.             Mengajak kembali masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memakmurkan masjid serta mempererat Ukhuwah Islamiyah.
3.             Mempersiapkan generasi yang berbakat yang selanjutnya akan dididik menjadi generasi yang handal dan militan.
4.             Meningkatkan semangat ke-Islaman dan memperdalam syari’at Islam dalam kehidupan sehari-hari.
5.             Berlomba-lomba dalam kebaikan. Fasthabiqul Khoirat.

D.           PENYELENGGARA KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Panitia Bulan Ramadhan  Masjid Baitul Makmur 1434 H. Takmir Masjid dan Remaja Masjid.

E.            Landasan Kegiatan
1.             Firman Allah SWT :
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui. (Q.S. Al Baqarah[2]: 261)
2.             Hadits Nabi SAW :
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
"Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun" (Tirmidzi - 735)
F.            SUSUNAN KEPENGURUSAN
Adapun susunan Panitia sebagaimana terlampir.
G.           ESTIMASI DANA
Adapun estimasi dana yang kami butuhkan sebagai terlampir.
H.           AGENDA KEGIATAN
Adapun agenda kegiatan sebagaimana terlampir.
I.              KHOTIMAH
Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka kami mohon bantuan donatur untuk menunjang terlaksananya semua kegiatan tersebut. Demikian proposal ini kami buat, apabila ada kekurangan kami mohon maaf yang sebesar besarnya.

Atas bantuan, kerelaan dan keikhlasannya kami ucapkan terima kasih, semoga Allah SWT membalas amal kita. Amin.

Kamis, 21 Februari 2013

PENGERTIAN IKATAN REMAJA MASJID (IRMA)

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

(QS 61:4, Ash Shaff)

PENGERTIAN ORGANISASI REMAJA MASJID

Menurut Drs. EK Imam Munawir, organisasi adalah merupakan kerja sama di antara beberapa orang untuk mencapai suatu tujuan dengan mengadakan pembagian dan peraturan kerja. Yang menjadi ikatan kerja sama dalam organisasi adalah tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. Dari definisi tersebut dapat diambil pengertian, bahwa Remaja Masjid adalah merupakan wadah kerja sama yang dilakukan oleh dua orang remaja muslim atau lebih yang memiliki keterkaitan dengan Masjid untuk mencapai tujuan bersama. Mengingat keterkaitannya yang erat dengan Masjid, maka peran organisasi ini adalah memakmurkan Masjid.
Sebagai wadah aktivitas kerja sama remaja muslim, maka Remaja Masjid perlu merekrut mereka sebagai anggota. Dipilih remaja muslim yang berusia antara l5 sampai 25 tahun. Pemilihan ini berdasarkan pertimbangan tingkat pemikiran dan kedewasaan mereka. Usia di bawah 15 tahun adalah terlalu muda, sehingga tingkat pemikiran mereka masih belum berkembang dengan baik. Sedang usia di atas 25 tahun, sepertinya sudah kurang layak lagi untuk disebut remaja. Namun, pendapat ini tidak menutup kemungkinan adanya gagasan yang berbeda.
Tingkat usia anggota perlu dipertimbangkan dengan baik, karena berkaitan dengan pembinaan mereka. Anggota yang memiliki tingkat usia, pemikiran dan latar belakang yang relatif homogen lebih mudah dibina bila dibandingkan dengan yang heterogen. Disamping itu, dengan usia yang sebaya, mereka akan lebih mudah untuk bekerjasama dalam melaksanakan program-program yang telah direncanakan, sehingga akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan.

PERLUNYA ORGANISASI REMAJA MASJID

Da’wah yang baik adalah yang diselenggarakan secara terencana, terarah, terus menerus dan bijaksana. Karena itu perlu dilakukan secara kolektif dan terorganisir secara profesional.
Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS 3:104, Ali ‘Imran).
Remaja Masjid merupakan salah satu bentuk organisasi da’wah islamiyah underbouw Ta’mir Masjid . Keberadaannya untuk mengorganisir kegiatan memakmurkan Masjid yang dilakukan para remaja muslim yang memiliki komitmen da’wah. Remaja Masjid sangat diperlukan sebagai alat untuk mencapai tujuan da’wah dan wadah bagi remaja muslim dalam beraktivitas di Masjid.

MEMANFAATKAN ILMU PENGETAHUAN

Organisasi Remaja Masjid telah lama hadir di tengah-tengah umat Islam, namun masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Kelemahan ini disebabkan antara lain oleh minimnya pengetahuan organisasi dan management para aktivisnya. Padahal dengan pemahaman yang memadai, insya Allah, akan menghasilkan pengelolaan yang baik.
Ilmu organisasi dan management yang berkembang selama ini banyak dihasilkan oleh para sarjana non-muslim. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi nilai-nilai yang ada di dalamnya. Namun tidak ada salahnya bila kita mau mengadopsi pengetahuan tersebut asal tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana mengembangkannya menjadi ilmu organisasi dan management yang islami.
Allah subhanahu wa ta’ala mengajarkan ilmu pengetahuan kepada umat manusia, baik yang beriman maupun yang tidak beriman, baik yang muslim ataupun kafir. Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan diberi ilmu pengetahuan.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS 96:1-5, Al ‘Alaq).
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS 58:11, Al Mujaadilah).
Dengan memahami hal tersebut, tentu bisa dimengerti tentang kebolehan kita mengambil ilmu pengetahuan dari orang-orang non muslim untuk diterapkan dalam kehidupan sosial umat Islam, asal tidak bertentangan dengan syari’at Islam. Tidak mengherankan ilmu-ilmu yang berkembang di kalangan non muslim juga berkembang di lingkungan umat Islam.
Dr. Yusuf Qaradlawi menyatakan: “Adalah tidak berdosa bagi kaum muslimin untuk mengambil dari orang lain segala peraturan partial, yang oleh para ahli muslim dipandang ada faedahnya bagi masyarakat muslim, sesuai dengan karakter dan kebudayaannya. Seperti peratuaran lalu lintas, peraturan telekomunikasi, penataan kota, organisasi dan pengadaan latihan militer atau lainnya, dengan syarat tidak bertentangan dengan nash-nash yang konstan dan kaidah-kaidah syari’ah. Dan mereka, hendaknya menyesuaikan apa yang diambil dari orang lain itu dengan prinsip Islam secara benar”.

PENERAPAN ASAS ASAS ORGANISASI

Dalam penerapan asas-asas organisasi untuk Remaja Masjid diperlukan sikap kritis, sehingga prinsip-prinsip organisasi yang diterapkan dapat dinafasi oleh nilai-nilai Islam baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun asas-asas organisasi tersebut antara lain:
1. Perumusan tujuan yang jelas.
2. Departementasi
3. Pembagian kerja.
4. Koordinasi.
5. Pelimpahan wewenang.
6. Rentang kendali
7. Jenjang Organisasi.
8. Kesatuan perintah.
9. Fleksibilitas.
10. Keberlangsungan.
11. Keseimbangan.
12. Kepemimpinan.
13. Pengambilan Keputusan.

PEMILIHAN JENIS ORGANISASI

Jenis organisasi apabila ditinjau dari segi wewenang, tanggungjawab maupun hubungan kerjanya dapat dibedakan dalam berbagai macam. Pemilihan jenis organisasi akan memberi pengaruh terhadap sistem kerja Pengurus dalam menjalankan aktivitasnya. Yang perlu dipertimbangkan adalah kemampuannya dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Untuk organisasi Remaja Masjid sebaiknya dipilih jenis organisasi lini-staf. Yang merupakan perpaduan (kombinasi) antara organisasi lini dan staf. Dengan menerapkan jenis organisasi ini, insya Allah, akan diperoleh beberapa keuntungan, antara lain:
a. Adanya pembagian kerja yang jelas dari masing-masing personil Pengurus, baik sebagai pimpinan, staf maupun pelaksana.
b. Upaya kaderisasi dapat berlangsung dengan baik, karena adanya kesempatan bagi para Pengurus untuk mengembangkan diri.
c. Menumbuhkan suasana kerjasama yang baik di antara Pengurus.
d. Prinsip penempatan ahlinya pada bidangnya atau the right man on the right place dapat lebih mudah dilakukan.
e. Menumbuhkan sikap disiplin, etos kerja, spesialisasi serta profesionalisme masing-masing Pengurus.
f. Koordinasi dapat dilakukan dengan baik, karena adanya pembidangan kerja yang jelas.
g. Pengambilan keputusan juga dapat dilakukan dengan sehat dan cepat, karena melibatkan banyak Pengurus dalam bermusyawarah, dan hasil keputusannya lekas diketahui oleh seluruh Pengurus.
h. Memiliki fleksibilitas yang baik, sehingga mampu menyahuti kebutuhan efektifitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuannya.
i. Dapat dipergunakan oleh Remaja Masjid yang relatif masih sederhana sampai yang besar dan komplek aktivitasnya.

STRUKTUR DAN BAGAN ORGANISASI

Struktur kepengurusan menunjukkan Susunan Pengurus Remaja Masjid sesuai dengan jabatan, wewenang dan tanggungjawabnya. Sedang bagan organisasi merupakan gambar struktur organisasi Remaja Masjid yang menunjukkan posisi, hirarki, rentang kendali dan lain sebagainya. Bagan organisasi biasanya berbentuk kotak-kotak kedudukan yang dihubungkan oleh garis-garis wewenang, baik instruksional ataupun koordinatif. Adapun manfaat yang dapat diperoleh Remaja Masjid dengan menggunakan bagan organisasi adalah:
a. Dapat diketahui besar-kecilnya organisasi Remaja Masjid.
b. Mudah diketahui garis-garis saluran wewenang dan tanggung jawab pengurus.
c. Bisa diketahui masing-masing bidang kerja dan jabatan Pengurus yang ada.
d. Bisa untuk mengetahui perincian aktivitas satuan organisasi maupun tugas setiap Pengurus.
e. Dapat untuk mengetahui nama, foto dan kedudukan masing-masing Pengurus.
f. Dapat untuk menilai apakah suatu Remaja Masjid telah menerapkan prinsip-prinsip organisasi dengan baik atau belum.

PERKEMBANGAN ORGANISASI

Remaja Masjid yang maju, modern dan memiliki kegiatan beraneka ragam serta mampu meningkatkan ketaqwaan anggotanya adalah merupakan organisasi kemasjidan yang sangat diharapkan. Namun, untuk mencapai hal tersebut butuh waktu dan perjuangan yang panjang. Ada tiga fase dalam tahap perkembangan organisasi ini, yaitu: fase penumbuhan, pembinaan dan pengembangan organisasi. Untuk menuju organisasi Remaja Masjid yang maju diperlukan kerja keras dan kinerja yang profesional para Pengurusnya.

MANAGEMENT REMAJA MASJID

Organisasi dan management bagaikan tubuh dengan jiwanya. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, karena di dalam usaha pencapaian tujuan organisasi yang bersifat statis harus digerakkan oleh sesuatu yang dinamis yang disebut dengan menagement. Management adalah suatu proses yang terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengawasan (controlling) dengan memanfaatkan ilmu dan seni dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Planning adalah proses pemikiran dan pengaturan yang matang untuk masa akan datang dengan menentukan kegiatan-kegiatannya. Organizing merupakan pengaturan segala perangkat dan sumber daya sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan organisasi yang harmonis dan dikelola untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Actuating bermakna tindakan Pengurus dan anggota dalam rangkaian kegiatan untuk menjalankan roda organisasi Remaja Masjid dalam rangka mencapai tujuan. Controlling merupakan tindakan mengawasi, mengarahkan dan mengatur pelaksanaan kegiatan Remaja Masjid agar sesuai dengan program dan tujuan yang telah ditetapkan.
Management juga diartikan sebagai pimpinan lembaga / perusahaan. Sehingga kita dapat mengenal tingkat-tingkat (level) management yang biasa disebut dengan pimpinan tingkat atas (Top Managemen), pimpinan tingkat menengah (Middle Management), pimpinan tingkat bawah (Lower Management).
Management sebagai aktivitas manusia sudah ada sejak lama atau dapat dikatakan bahwa semenjak suatu usaha dikerjakan oleh lebih dari satu orang kita sudah dapati suatu macam management. Management tersebut sifatnya sangat sederhana dan bekerja menurut tradisi. Pada awal abad ke-dua puluh F.W. Taylor dan H. Fayol mengembangkan management sebagai ilmu, sehingga mereka dikenal sebagai pelopor dalam ilmu management. Selanjutnya ilmu management maupun penerapannya semakin berkembang sampai sekarang.

PERAN MANAGEMENT DALAM MENCAPAI TUJUAN

Organisasi adalah wadah serta proses kerja sama sejumlah manusia yang terikat dalam hubungan formal dalam rangkaian hirarki untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Organisasi bukanlah tujuan tetapi alat untuk mencapai tujuan. Sebagai bagian dari administrasi, organisasi adalah merupakan wadah dimana kegiatan management dijalankan. Karena itu tujuan dari organisasi adalah juga merupakan tujuan management.
Dalam usaha mencapai tujuan Remaja Masjid, management memiliki peran agar proses pencapaian tujuan tersebut dapat berlangsung secara efektif (berdaya guna) dan efisien (berhasil guna). Dengan menerapkan prinsip-prinsip management seperti planning, organizing, actuating, controlling dan lain sebagainya tujuan organisasi dapat diupayakan untuk dicapai dengan lebih baik.
Management memberi efektifitas dan efisiensi kerja yang lebih baik bagi Pengurus Remaja Masjid dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam mencapai tujuan tersebut, management memanfaatkan sumber daya yang tersedia atau berpotensi. Adapun sumber daya management (management resources) Remaja Masjid antara lain: Akhlak (morale), orang (man), mesin (machine), material (material), metode (method), uang (money), waktu (time), sasaran da’wah (market) dan lain sebagainya.

PENUTUP

Remaja Masjid yang ingin maju harus mampu mengaplikasikan organisasi dan management modern, tentu saja harus mewarnainya dengan nilai-nilai Islam. Bagaimanapun organisasi dan management ditemukan dan dikembangkan oleh kebanyakan non-muslim terutama dari Barat dan Jepang yang memiliki standard nilai tersendiri, untuk itu dalam mengadopsinya dituntut kearifan dan keahlian yang handal.
Penerapan ilmu organisasi dan management dalam aktivitas Remaja Masjid yang islami, serta diikuti dengan kemampuan mengaplikasikan dan merekayasanya secara profesional, insya Allah, akan meningkatkan daya guna dan hasil guna aktivitas yang diselenggarakan.

(dari )